Tips Makan Oatmeal untuk Program Diet

Tips Makan Oatmeal untuk Program Diet

“Berat badan belum turun padahal sudah rutin makan oatmeal?”

Oatmeal sering kali menjadi pilihan makanan ketika menjalani program penurunan berat badan karena kaya akan serat, sehingga membantu memberikan rasa kenyang lebih lama. Selain itu, oatmeal juga mengandung vitamin B kompleks yang berperan dalam proses metabolisme tubuh.

Meskipun begitu, rutin mengonsumsi oatmeal tidak selalu berarti berat badan akan langsung turun. Cara mengolah, porsi, serta bahan tambahan yang digunakan saat menyantap oatmeal juga perlu diperhatikan supaya tetap sesuai dengan kebutuhan dan tujuan diet. 

Lantas, bagaimana cara mengonsumsi oatmeal yang tepat untuk mendukung program penurunan berat badan? Yuk, simak penjelasan lengkapnya dalam artikel berikut!

Tips Konsumsi Oatmeal untuk Program Diet

Dengan memerhatikan kandungan nutrisi serta porsinya, oatmeal bisa dijadikan pilihan menu sarapan atau camilan yang praktis dan membantu memenuhi kebutuhan serat harian. Berikut beberapa tips mengonsumsi oatmeal untuk mendukung program diet:

Pilih Varian Oat yang Tepat

Jenis oatmeal yang dikonsumsi dapat memengaruhi kandungan nutrisi. Karena itulah, pilih varian oat yang sesuai dengan kebutuhan dan tujuan pola makan. Beberapa pilihan yang dapat dipertimbangkan, antara lain:

  • Steel-cut oats atau rolled oats: kedua jenis oat ini umumnya memiliki proses pengolahan yang lebih sederhana dibandingkan dengan oat instan. Keduanya dapat menjadi pilihan untuk menu diet karena bisa dipadukan dengan berbagai makanan bernutrisi.
  • Oatmeal varian original: pilih oatmeal tanpa tambahan rasa atau pemanis untuk membantu mengontrol asupan gula dan kalori. Setelah itu, tambahkan topping sesuai selera, seperti buah segar, kacang-kacangan, atau biji-bijian.

Pilih Topping Tinggi Serat

Agar oatmeal semakin mengenyangkan dan bernutrisi, maka tambahkan topping yang kaya akan serat. Beberapa pilihan yang dapat ditambahkan antara lain buah-buahan segar, chia seed, flaxseed, atau kacang-kacangan dalam jumlah secukupnya.

Selain menambah rasa dan tekstur, topping tinggi serat membuat menu oatmeal menjadi lebih bervariasi. Namun, tetap perhatikan porsinya, terutama untuk bahan yang memiliki kandungan kalori cukup tinggi seperti kacang-kacangan dan biji-bijian.

Hindari Topping Tinggi Kalori dan Lemak

Supaya manfaat oatmeal semakin maksimal, pilih topping yang dapat menambah cita rasa tanpa memberikan terlalu banyak kalori. Sebaiknya, batasi penggunaan pemanis atau topping tinggi kalori. Sebagai alternatif, bisa menambahkan sedikit stevia atau buah, seperti pisang, untuk memberikan rasa manis alami sekaligus menambah asupan nutrisi.

Selain memerhatikan jenis pemanis, pilihan topping lain juga perlu diperhitungkan, termasuk selai kacang. Meskipun mengandung protein dan lemak sehat, selai kacang tinggi kalori sehingga penggunaannya tidak boleh berlebihan. Sebagai gambaran, dua sendok makan selai kacang mengandung sekitar 188 kalori.

Batasi Mengemil Sehabis Makan Oatmeal

Apabila diolah dengan cara yang tepat, oatmeal dapat menjadi pilihan sarapan yang membantu memberikan rasa kenyang lebih lama. Nah, agar lebih nikmat dan tidak terasa hambar, oatmeal dapat dipadukan dengan topping bernutrisi, seperti buah segar, kacang-kacangan, atau biji-bijian.

Selain memerhatikan cara mengolah oatmeal, penting untuk membatasi konsumsi camilan yang tinggi lemak, gula, dan kalori, termasuk junk food. Kebiasaan mengonsumsi makanan tersebut secara berlebihan dapat meningkatkan asupan kalori harian dan berpotensi menghambat penurunan berat badan. Karena itu, pilih camilan yang bernutrisi dan tetap perhatikan jumlah porsinya.

Tips Melakukan Diet Oatmeal di Setiap Fase

Agar diet oatmeal berhasil, kamu bisa mencoba melakukan dietnya dengan mengikuti beberapa fase berikut:

  • Fase 1: Selama 7 hari pertama, kamu wajib mengonsumsi oatmeal untuk makan pagi, siang, dan malam. Pada fase ini, kamu hanya boleh makan bubur gandum utuh yang didampingi dengan buah-buahan.
  • Fase 2: Fase berikutnya, kamu bisa mengurangi porsi makan oatmeal sekitar 1-2 porsi sehari. Kemudian, dampingi dengan makanan rendah lemak seperti potongan buah-buahan dan kacang-kacangan.
  • Fase 3: Minggu ketiga, kamu sudah bisa kembali ke pola makan biasa, tapi tetap mengonsumsi oatmeal sekali sehari dan imbangi dengan makanan sehat. Di minggu ketiga ini, oatmeal bisa dimakan di pagi hari.

Itu dia beberapa tips mengonsumsi oatmeal yang dapat dicoba untuk membantu mendukung program penurunan berat badan. Untuk pilihan oatmeal-nya, kamu dapat memilih oatmeal dari Healthy Choice yang terkenal dengan kualitasnya. Beberapa pilihannya seperti:

Semua produk dari Healthy Choice ini sudah tersertifikasi organik oleh Organik Indonesia. Selain itu, selama proses budidaya dan produksi, produk camilan organik dari Healthy Choice juga tidak terpapar bahan kimia berbahaya seperti pestisida, herbisida, dan lainnya sehingga aman dikonsumsi langsung.

Informasi pembelian produk oatmeal Healthy Choice bisa langsung mengeceknya di Instagram atau hubungi kami di WhatsApp.

Baca Juga: Praktis: Resep Sarapan Sehat dengan Oatmeal. Bikin Yuk!

Baca Juga: Sarapan Sehat dan Praktis dengan Overnight Oat. Bikin Yuk!


← Older Post

Leave a comment

Please note, comments must be approved before they are published