Kabar Gembira! Ubi Ungu Bisa Jadi Pengganti Nasi untuk Pasien Diabetes

Ubi Ungu

Sudah menjadi hal yang umum kalau masyarakat Indonesia kerap menggunakan ubi ungu sebagai makanan pokok pengganti nasi. Namun, umbi ini memiliki rasa yang manis sehingga banyak pasien diabetes khawatir kalau mengonsumsinya bisa menaikkan gula darah. Benarkah demikian? Faktanya, ubi jalar merupakan pilihan makanan pengganti nasi yang baik untuk diabetes.


Apa Saja Efek Makan Ubi Ungu untuk Pasien Diabetes

Ubi ungu mengandung karbohidrat yang tinggi sehingga dapat dimanfaatkan sebagai makanan pokok yang menyenangkan. Jenis karbohidrat ubi ungu juga termasuk karbohidrat berkualitas yang dianjurkan untuk dikonsumsi para pasien diabetes.

Karbo ubi ungu terdiri atas pati dan serat, yakni jenis karbohidrat kompleks yang menyehatkan pencernaan sekaligus bisa melancarkan proses metabolism. Tak hanya itu, ubi ungu juga mengandung sejumlah vitamin yang berguna untuk mengoptimalkan beberapa fungsi organ tubuh, terutama untuk pasien diabetes. Berdasarkan kandungan gizinya, berikut berbagai manfaat konsumsi ubi ungu untuk pengidap diabetes.

1. Menjaga Kadar Gula Tetap Terkendali

Jika dibandingkan dengan pengganti nasi lain seperti kentang, ubi ungu memiliki nilai indeks glikemik yang lebih rendah. Nilai indeks glikemik satu porsi ubi ungu adalah 63, sedangkan kentang rebus adalah 78. Indeks glikemik sendiri menjadi ukuran seberapa cepat makanan yang mengandung karbohidrat dapat meningkatkan gula darah. 

Dapat diketahui bahwa nilai indeks glikemik ubi tidak menyebabkan kenaikan gula darah secepat mengonsumsi kentang rebus. Selain itu, ubi ungu cenderung lebih mengenyangkan ketimbang kentang, itu sebabnya orang makan ubi ungu dalam porsi yang lebih sedikit dibandingkan saat makan kentang.

Hal ini bisa dilakukan pasien diabetes jika ingin makan ubi ungu untuk mendapatkan manfaatnya. Selain berkaitan dengan glikemik atau jumlah karbohidrat yang masuk, kadar gula darah juga dipengaruhi oleh asupan karbohidrat. Sehingga jika dikonsumsi dalam jumlah sedang, maka manfaat ubi ungu sebagai pengganti nasi untuk diabetes sangat membantu dalam mengendalikan gula darah.


2. Meningkatkan Sensitivitas Insulin

Selain ubi ungu, terdapat beberapa jenis ubi jalar lainnya yang dapat diberikan untuk pasien diabetes, seperti ubi jalar kuning, dan ubi jepang. Umumnya, setiap jenis ubi mengandung vitamin dan mineral dengan manfaat yang sama. Akan tetapi jenis ubi tertentu bisa memiliki komponen aktif yang tidak ditemukan pada jenis ubi lainnya.

Salah satunya pada ubi ungu, terdapat senyawa antioksidan berupa antosianin dan fenolik yang berpotensi memperbaiki sensitivitas insulin pada pasien diabetes tipe 2. Jenis diabetes ini disebabkan oleh fungsi hormon insulin yang tidak lagi efektif untuk membantu sel tubuh dalam menyerap glukosa di dalam darah. Dengan meningkatkan sensitivitas insulin, hormon ini dapat bekerja lebih optimal dalam membantu sel tubuh memproses glukosa menjadi energi. Alhasil, penumpukan gula dalam darah pun dapat berkurang.


Ubi Ungu

Sumber foto: Google


3. Memperbaiki Nilai Hemoglobin A1C

Menurut riset dari American Diabetes Association menemukan bahwa kandungan ekstrak caiapo yang berasal dari ubi Jepang berpotensi menurunkan kadar gula darah. Hal ini berhubungan dengan perbaikan nilai hemoglobin A1C (HbA1C) pada darah. Dimana nilai ini menjadi tolak ukur seberapa banyak jumlah hemoglobin (komponen sel darah merah) yang berkaitan dengan glukosa.

Tak hanya berhenti disitu, hasil yang sama pun diperoleh juga dalam sejumlah penelitian kontrol acak yang dijelaskan pada ulasan ilmiah terbitan Cochrane Database of Systematic Reviews. Pada studi tersebut. pasien yang rutin mengonsumsi ubi ungu mengalami penurunan nilai HbA1C.


Cara Mengolah Ubi Ungu yang Tepat untuk Pasien Diabetes

Metode memasak makanan untuk diabetes juga memengaruhi kandungan gizi pada ubi yang turut berdampak pada perubahan kadar gula darah. Oleh karena itu, hindari membakar, memanggang, atau menggoreng ubi dalam minyak kelapa. Cara memasak seperti ini dapat memecah ikatan kimia pada karbohidrat sehingga membuat indeks glikemik ubi ungu menjadi lebih tinggi. Jika demikian, konsumsi ubi justru cenderung menaikkan gula darah dengan cepat. Untuk pengolahan yang sehat, sebaiknya bisa merebus ubi dalam air mendidih sampai matang. Setelah itu, ubi bisa dikonsumsi secara langsung atau dicampur dengan bumbu penyedap dari rempah-rempah pengganti garam dan gula.

Jika kamu ingin lebih praktis dalam mengonsumsi ubi ungu, kamu bisa mengandalkan tepung ubi ungu. Selain dapat diolah menjadi aneka camilan sehat, tepung ubi ungu bisa disimpan dalam waktu lama, sehingga kebutuhan mengonsumsi ubi ungu untuk diabetes bisa lebih rutin dan bisa menjadi pengganti nasi yang efisien. 

Kamu bisa mendapatkan bahan makanan tepung ubi ungu ini dari Healthy Choice. Klik di sini untuk belanja berbagai makanan dan camilan sehat pendukung diabetes, mulai dari tepung beras, tepung pisang, gandum, chia seed dan masih banyak lagi.


Baca juga: Bantu Cegah Kerontokan Rambut Dengan Tepung Ubi Ungu, Begini Caranya!

Baca juga: Bikin Kaget, Ini Manfaat Baik Ubi Ungu yang Jarang Diketahui


Older Post

Leave a comment

Please note, comments must be approved before they are published