Jangan Disepelekan! Ini Kondisi Tubuh yang Tak Dianjurkan Konsumsi Jahe Merah

Jangan Disepelekan! Ini Kondisi Tubuh yang Tak Dianjurkan Konsumsi Jahe Merah

Jahe merupakan tanaman herbal asal Asia Tenggara dengan citarasa pedas dan aroma yang khas. Jahe dikenal memiliki beragam manfaat, baik jenis jahe putih maupun jahe merah. Selain sebagai penyedap masakan, sejumlah penelitian mengungkapkan banyak khasiat saat mengonsumsi tanaman herbal ini.


Jahe mengandung vitamin C, magnesium, dan kalium yang membantu meningkatkan kesehatan tubuh. Bahkan dilansir dari UCLA Health, jahe menyimpan banyak manfaat yang terdapat dari kandungan alami bernama gingerol.


Perlu diketahui, gingerol merupakan minyak alami yang memberikan rasa dan aroma unik pada jahe. Kandungan ini berperan penting sebagai antioksidan dan antiinflamasi yang dapat mencegah berbagai penyakit kronis.


Namun, terlepas dari manfaatnya yang cukup luar biasa, mengonsumsi jahe baik dalam dosis sedang maupun besar bisa memberikan dampak buruk pada orang, terutama pada kondisi tertentu. Bagi anda yang suka mengonsumsi jahe sebaiknya perhatikan kondisi tubuh terlebih dahulu, apakah disarankan untuk konsumsi jahe atau tidak. 


Kondisi Tubuh yang Tak Dianjurkan Konsumsi Jahe

jahe merah

Sumber foto: Google

Meski secara umum jahe dianggap aman untuk dikonsumsi, ada kalanya seseorang dianjurkan untuk membatasi atau bahkan menghindarinya sama sekali, guna menjaga kesehatan tubuh agar tetap stabil. Berikut beberapa kondisi yang tak dianjurkan mengonsumsi jahe.


  1. Hemofilia

Seperti dilansir dari laman Well and Good, orang yang mengonsumsi rimpang atau jahe cukup dikhawatirkan bagi pengidap kelainan darah seperti hemofilia. 


Hemofilia merupakan kondisi medis saat darah sulit membeku. Biasanya gangguan ini ditandai munculnya banyak memar, nyeri dan pembengkakan sendi, serta darah yang tak berhenti mengalir saat terluka.


Pasalnya, jahe memiliki sifat antikoagulan atau pengencer darah yang ringan, sehingga dapat meningkatkan risiko pendarahan pada orang dengan hemofilia.


  1. Konsumsi Obat Pengencer Darah

Seperti yang dijelaskan di poin pertama, karena sifat antikoagulan, siapa pun yang mengonsumsi obat pengencer darah, seperti warfarin atau aspirin, juga harus berhati-hati terhadap jahe.


Sebab, rutin mengonsumsi jahe bersamaan dengan obat-obatan tersebut berpotensi memperkuat efek pengenceran darah. Sehingga dikhawatirkan dapat memperburuk pendarahan atau memar yang berlebihan pada tubuh.


Warfarin atau aspirin sendiri biasanya dikonsumsi oleh orang dengan penyakit jantung koroner, gangguan irama jantung, serta pasca-operasi penggantian katup jantung, untuk mencegah pembekuan darah.


3.Diabetes

Mengonsumsi jahe dalam bentuk olahan apa pun, baik jahe putih maupun jahe merah sebenarnya bermanfaat membantu menurunkan kadar glukosa darah. Namun, penderita diabetes perlu memantau kadar gula darahnya dengan cermat bila mengonsumsi jahe dalam jumlah besar.


Mereka yang rutin mengonsumsi obat diabetes seperti insulin atau obat antidiabetes wajib berkonsultasi dengan dokter sebelum mulai mengonsumsi jahe. Hal ini bertujuan untuk mengetahui dosis obat dan jahe yang perlu diminum agar gula darah tetap stabil dan tidak anjlok.


4.Riwayat Asam Lambung

Bagi anda yang memiliki riwayat asam lambung atau refluks asam, sebaiknya lebih waspada dalam mengonsumsi jahe. Pasalnya penyakit asam lambung merupakan kondisi saat cairan asam lambung naik ke esofagus atau kerongkongan.


Biasanya jika dipicu dengan pola makan yang tak teratur dan stres, penderita akan merasakan gejala nyeri panas di dada atau heartburn setelah makan dan memburuk ketika berbaring.


Dikutip dari Medical News Today, asupan jahe berlebihan dapat memperburuk gejala asam lambung. 


Bahkan, berdasarkan sebuah tinjauan sistematis di 2020, sebanyak 16 dari 109 penelitian dan ulasan melaporkan heartburn merupakan efek samping yang ditimbulkan dari minum air rebusan jahe yang terlalu banyak.


Namun, artikel pada 2014 menemukan, mengonsumsi 1 gram hingga 1,5 gram jahe kering per hari bisa membantu meredakan sensasi nyeri terbakar di dada.


5.Tekanan Darah Tinggi

Selanjutnya kondisi yang dilarang mengonsumsi jahe adalah orang dengan tekanan darah tinggi. Jahe dipercaya cukup efektif mengontrol tensi. Namun, faktanya, beberapa penelitian, seperti penelitian pada 2019 yang diterbitkan dalam Phytotherapy Research menunjukkan, jahe dapat menurunkan tekanan darah pada orang dengan hipertensi.


Namun, orang yang rutin mengonsumsi obat untuk mengendalikan tekanan darah tinggi dan mengonsumsinya bersama jahe, justru berisiko membuat tensi anjlok. Oleh sebab itu, sebaiknya konsultasi terlebih dahulu pada dokter untuk menyesuaikan dosis obat maupun jahe.


Nah, itulah penjelasan tentang kondisi yang sebaiknya tidak diperkenankan mengonsumsi jahe secara berlebihan. Tentunya hal ini berlaku untuk semua jenis jahe, baik jahe merah maupun jahe putih. Jika anda suka mengonsumsi jahe merah sebaiknya perhatikan kondisi di atas. Pastikan juga anda mengonsumsi produk jahe merah yang sudah teruji secara klinis. Salah satunya dari Healthy Choice, klik di sini jika anda berminat untuk membeli.

 

Baca juga: Pecinta Kopi Wajib Coba! Jahe Merah dan Rempah Ini Cocok Jadi Campuran dan Banyak Manfaat

Baca juga: Gula Darah Langsung Turun, Cukup dengan Air Rebusan Jahe Merah Ditambah Lemon!


Older Post Newer Post

Leave a comment

Please note, comments must be approved before they are published