Benarkah Kacang Hijau Bisa Jadi Menu Makan Sehat untuk Penderita Maag

Benarkah Kacang Hijau Bisa Jadi Menu Makan Sehat untuk Penderita Maag

Penderita penyakit lambung seperti maag, asam lambung (GERD), atau gastritis harus benar-benar menjaga pola makannya. Nah, salah satu makanan yang baik untuk pengidap maag adalah kacang hijau organik.

Kabarnya, menu makan sehat satu ini bisa meredakan gejala dan mencegah maag. Namun, apakah benar demikian?

Kandungan dalam Kacang Hijau
Kacang hijau adalah salah satu bahan makanan paling bergizi dan serbaguna. Kacang-kacangan ini mengandung protein, serat, karbohidrat, vitamin dan mineral yang sangat tinggi. Dengan mengonsumsinya, kamu juga bisa memperoleh asupan vitamin B kompleks, vitamin C, vitamin K, dan provitamin. Selain itu, ada pula kandungan mineral seperti fosfor, magnesium, kalsium, zat besi, zinc.

Beberapa manfaat kacang hijau organik yaitu mencegah anemia, menurunkan berat badan, mendukung pertumbuhan anak, dan membantu menjaga kesehatan jantung dan tulang.

Manfaat Kacang Hijau Organik untuk Penderita Maag
Berkat kandungan nutrisinya, kacang hijau bisa membantu mengatasi maag.

  1.       Mencegah Gejala Maag

Kacang hijau bagus dikonsumsi penderita maag sebab kandungan seratnya yang tinggi. Dalam 100 gram kacang hijau mengandung 7,5 gram serat.

Artinya, mengonsumsi setengah gelas kacang hijau dapat mencukupi hingga 20% kebutuhan serat harian.

Kacang hijau memiliki serat larut (soluble fiber) dan serat tidak larut (insoluble fiber). Tubuh memang tidak dapat mencerna dan menyerap serat pangan. Tetapi, serat akan bergerak di saluran cerna untuk melakukan fungsi berikut ini:

  • Serat larut
  • Serat ini akan menyerap cairan di saluran pencernaan dan membentuk gel. Serat larut juga mengontrol kadar glukosa dan mengirimkan sinyal kenyang kepada otak. Sehingga kamu merasa kenyang lebih lama dan kerja lambung menjadi lebih ringan.

  • Serat tidak larut
  • Serat tidak larut mendorong makanan di saluran cerna dan membersihkan usus. Jenis serat ini juga menurunkan risiko asam lambung naik dan masalah buang air besar yang dapat menyebabkan gejala maag.

    menu makan sehat

    Sumber foto: Google

    1.       Mengurangi Kembung

    Kacang hijau organik juga dapat membantu mengurangi kembung yang merupakan salah satu gejala maag paling umum. Tidak jarang, perut kembung juga bisa menandakan infeksi bakteri Helicobacter pylori di lambung.

    Infeksi bakteri ini bisa mengakibatkan luka pada lambung yang menyebabkan maag. Menurut penelitian dalam Chemistry Central Journal, kacang hijau bersifat antimikroba dan antijamur.

    Tips Sehat Mengonsumsi Kacang Hijau bagi Penderita Maag

    Untuk mendapatkan berbagai manfaat kacang hijau organik bagi lambung, kamu harus mengolahnya dengan benar.

    Di Indonesia, kacang hijau umumnya diolah menjadi bubur, gandasturi, dan bakpia. Bubur kacang hijau sendiri adalah salah satu menu makan sehat. Namun, orang yang memiliki masalah lambung sebaiknya jangan terlalu sering mengonsumsinya. Apalagi jika bubur kacang hijau tersebut menggunakan banyak santan.

    Santan kelapa mengandung lemak jenuh yang dapat mengganggu pencernaan dan mengakibatkan refluks asam lambung. Ini karena tubuh harus memproduksi lebih banyak asam lambung agar lemak dapat tercerna.

    Tips sehat mengolah bubur kacang hijau yaitu hindari penggunaan santan atau konsumsilah dalam jumlah yang wajar.

    Meski bermanfaat, penting untuk diingat bahwa mengonsumsi kacang hijau tidak serta-merta menyembuhkan sakit maag. Kamu tetap perlu mengonsumsi menu makan sehat setiap hari dan menghindari pantangannya.

    Kacang hijau organik yang kaya nutrisi ini bisa kamu dapatkan di Healthy Choice. Selain itu, di sini juga tersedia beragam bahan makanan sehat lainnya yang bisa kamu beli dengan lebih mudah dan praktis.

     

    Baca juga: Rekomendasi Menu Makan Sehat untuk Ibu Menyusui, Penting untuk ASI

    Baca juga: Jadi Menu Makanan Sehat, Berapa Banyak Kalori Pada Roti Gandum


    Older Post Newer Post

    Leave a comment

    Please note, comments must be approved before they are published