Beragam Bahan Makanan Organik Ini Bisa Jadi Menu Diet Sehat Setiap Hari

Beragam Bahan Makanan Organik Ini Bisa Jadi Menu Diet Sehat Setiap Hari

Kamu sering dengar tentang bahan makanan organik? Sebenarnya apa sih bahan makanan organik itu, benarkah lebih sehat, lalu apa saja contohnya? Biar lebih paham, yuk simak dulu uraiannya berikut ini!

Daftar Bahan Makanan Organik untuk Menu Diet Sehat Setiap Hari

Bahan makanan organik berasal dari hasil pertanian tanpa bahan kimia, seperti pestisida, pupuk buatan atau organisme hasil rekayasa genetika. Contohnya, sayur dan buah yang ditanam dengan metode ramah lingkungan.

Selain pertanian, bahan makanan organik juga bisa ditemukan di produk hewani loh. Contohnya, telur, daging atau susu yang berasal dari hewan ternak yang jauh dari bahan kimia berbahaya.

Banyak penelitian membuktikan kalau kandungan nutrisi di dalam makanan organik lebih beragam dibanding yang non-organik. Karena itu, bahan makanan organik sekarang menjadi tren di masyarakat. Nah berikut ini beberapa daftar bahan makanan organik yang baik untuk menjaga kesehatan tubuh.

menu diet sehat

Sumber foto: Google

  • Beras
  • Beras organik dibudidayakan tanpa penggunaan pestisida dan pupuk kimia. Dalam proses penanamannya, para petani beras organik menggunakan kompos, pupuk hijau atau pupuk hayati lainnya. Dibandingkan beras konvensional, beras organik memiliki rasa yang lebih pulen, tidak mudah berair dan aromanya khas.

    Menurut Balai Penelitian dan Konsultasi Industri Surabaya, beras organik lebih rendah lemak. Selain itu, kadar mineral, vitamin dan proteinnya lebih tinggi.

  • Kecap
  • Kecap berasal dari kedelai hitam organik yang diolah secara alami. Sedangkan rasa manisnya berasal dari gula merah organik. Kecap organik bisa menjadi pilihan bagi kamu yang ingin hidup lebih sehat.

    Menurut hasil survei Pusat Penelitian Biologi LIPI, sebagian kecap yang beredar di Pulau Jawa memiliki kandungan aflatoksin. Yakni zat racun yang dihasilkan jamur Aspergillus section flavi. Jamur ini biasanya tumbuh ketika proses fermentasi kecap kurang higienis. Diketahui, aflatoksin dapat memicu kanker.

  • Tepung
  • Bahan makanan satu ini dihasilkan dari pati tanaman organik yang diproses secara alami. Dalam prosesnya, tepung organik tidak diberi tambahan pengawet, pengental atau penguat rasa.

    Tepung jenis ini biasanya kerap dijadikan sebagai bahan MP-ASI. Jadi, kalau kamu punya buah hati boleh nih menjadikan tepung organik sebagai bahan makanan MP-ASI si kecil. Karena bebas pupuk dan pestisida kimia, tentunya tepung organik lebih sehat dan aman.

  • Kacang-kacangan
  • Ada banyak sekali jenis kacang-kacangan organik yang bisa kamu temukan di pasaran. Beberapa di antaranya yaitu kacang kedelai, kacang tanah, kacang hijau hingga kacang merah.

    Kacang-kacangan yang ditanam tanpa menggunakan pestisida dan bahan kimia pastinya lebih aman untuk dikonsumsi.

  • Sayuran dan Buah
  • Inilah bahan makanan organik yang paling sering ditemukan. Para petani sayur dan buah organik biasanya menggunakan pupuk kandang untuk membantu pertumbuhan tanaman.

    Buah dan sayuran organik mungkin terlihat tidak terlalu mulus atau cantik. Ini karena tidak adanya penggunaan pestisida kimia sehingga parasit dan serangga bisa memakannya.

    Selain itu, tanaman organik ditanam di lahan yang bebas dari bahan kimia selama tiga tahun. Seluruh produk mempunyai berbagai persyaratan produksi seperti kesuburan tanah, irigasi, sumber benih, penanaman, pengelolaan hama, gulma, panen hingga penyimpanan.

    Nah, sudah lebih tahu kan tentang bahan makanan organik apa saja yang bisa dijadikan sebagai menu diet sehat setiap hari. Kalau begitu, sekarang kamu bisa langsung belanja berbagai bahan makanan organik di sini. Mulai dari beras, tepung, kacangan-kacangan hingga gula aren organik bisa kamu dapatkan di Healthy Choice.

     

    Baca juga: Daftar Makanan Sehat yang Membantu Memperlambat Penuaan

    Baca juga: Menu Diet Sehat Anak untuk Menghindari Obesitas Dini


    Posting Lama Posting Baru

    Tinggalkan komentar

    Harap diperhatikan, komentar harus disetujui sebelum dipublikasikan